Kamis, Desember 09, 2010

Tak Berjudul (Untitled) !

Menurutmu aku mungkin terlalu menuntut
Menurutmu aku mungkin terlalu ikut campur
Manurutmu aku mungkin terlalu protektif

Tapi...
Semua kulakukan demi kebaikanmu
Semua kukatakan demi harga dirimu
Semua kuungkapkan demi masa depanmu

Kau berada pada situasi sekarang,
Itu karena ajaranku padamu,
Tak kusangka semua akan jadi begini,
Tak kusangka semua menjadi negatif

Aku yang membawamu,
Maka aku pula yang bertanggung jawab atasmu !

Tak bisakah kau mengerti posisiku ?
Tahukah kau bagaimana perasaanku melihatmu ?

Aku telah melalui pengalaman ini,
Dan aku tak ingin kau mengalami hal yang kualami dulu !

Baiklah...
Jika itu pintamu,
Mungkin sejenak, aku akan diam memperhatikan langkahmu,
Namun bukan berarti aku mengabaikanm.

Biarlah kau jalani dulu...
Aku pun tahu semuanya butuh proses
Dan dari pengalamanlah manusia dapat bertingkah bijak & dewasa

Ku harap kau tumbuh dewasa dengan semua ini
Selamat berpetualang adikku...
Ku tunggu dirimu di lorong usiaku,
Hingga kelak kau lulus menjadi sarjana terbaik dalam Universitas Kehidupanmu

---------------------------------
Makassar, 3 September 00.49 WITA
Pondok Adelia
---------------------------------
Photobucket

Rabu, Desember 08, 2010

Hanya Sebuah Pemahaman



Oooo...aku paham sekarang mengapa sikapmu berubah.

Kata-katamu lebih singkat namun bermakna.

Awalnya ku pikir kau menjadi lebih dingin.

Tp aku salah...

Energi sebuah kata itu sangat berpengaruh.

Dan kau tak ingin membuat kami tertular energi negatif akibat salah 1 kata saja.

Terimakasih karena telah membuatku paham.

Aku bahagia...

Dan kini mulai kuterapkan dengan orang2 disekelilingku.

Menyebarkan energi positif melalui kata


---------------------------------
Jum'at, 27 Agustus 2010, 8:16 AM
---------------------------------

Minggu, Oktober 10, 2010

Doko-Doko Pandan

(Porsi 32 bungkus)
Maaf teman-teman, belum sempat ambil gambarnya tempo hari

Isi :
Pisang  Raja, 8 buah. Kukus, lalu masing-masing pisang di potong menjadi 4 bagian.

Kulit :
1.  Tepung Hung Kwe : 1 takaran mangkuk cuci tangan (225 gr)
2.  Gula pasir : 1 takaran mangkuk cuci tangan (225 gr)
3.  Santan : 3,5 takaran mangkuk cuci tangan
4.  Garam secukupnya
5.  Perasan daun pandan harum (6 lembar) + daun pandan surabaya yang untuk menghijaukan (6 lembar). Atau jika tidak ingin repot, gunakan pasta pandan secukupnya.
Bungkusan :
Daun Pisang yang sudah di potong-potong menjadi persegi panjang

Cara membuat :
1.  Campurkan semua bahan untuk kulit ke dalam panci hingga mendidih
2.  Masukkan kira-kira 2 sdm adonan ke dalam daun pisang, lalu masukkan pisang, dan lapisi lagi dengan adonan di atasnya, hingga pisang tertutup. Kemudian bungkus.
3.  Masukkan doko-doko ke dalam kulkas, setelh itu siap untuk disantap

note : pilih pisang yang gemuk, jangan yang panjang dan kurus karena itu biasanya pahit, kata nenek sih, hehe..
Photobucket

Tarajju' Ubi


 Bahan :
1.      Ubi Jalar 15 biji
2.      Telur 3 butir
3.      Tepung Terigu 1,5 sdm
4.      Gula merah secukupnya



Cara membuat :

  1. Rebus ubi jalar, lalu haluskan
  2. Campurkan tepung terigu dan 2 butir telur (kuningnya saja), kedalam ubi yang telah dihaluskan tadi
  3. Bentuk adonan menjadi bentuk lonjong
  4. Untuk olesan kulitnya, putih telur yang telah dipisahkan dari kuningnya tadi, dicampurkan lagi dengan 1 butir telur (tanpa dipisahkan putih dan kuningnya), karena kata nenek kurang enak kalau hanya dengan putih telur saja. Aduk rata.
  5. Adonan kue yang telah dibentuk lonjong tadi di celupkan dengan campuran telur pada langkah (4) di atas, kemudian goreng.
  6. Cairkan gula merah hingga kental, dan masukkan semua adonan yang telah digoreng hingga tercampur rata.
  7. Hidangkan.


Nah, selamat mencoba ya...

Sumber gambar 1 :
https://www.wedontwaste.org/wp-content/uploads/2014/09/wdw-logo-icon-color-whitebg.jpg

Jumat, Februari 05, 2010

Menunda-nunda Shalat, Handphone pun jadi korban !

Assalaamu'alaikum Wr.Wb !
Kawan, kali ini akan kubagikan sepenggal kisah untuk kalian. Semoga sahabatku sekalian dapat mengambil hikmah dari kisah ini. Selamat membaca...
Hari ini 4 Februari 2010, untuk kedua kalinya dalam hidupku kehilangan hp. Tadi saya ke Makassar Trade Center (MTC). Niatnya sih untuk membeli jilbab dan alas jilbab. Saat masih di angkot sebelum tiba di MTC, suara ayat-ayat Allah telah berkumandang di beberapa Mesjid terdekat menandakan waktu shalat dzuhur tak lama lagi akan tiba. Setibanya saya di MTC, hati saya berbisik "Nis, shalat dzuhur dulu", disamping itu suara lain pun menggoda "Nis, sekalian aja beli Jilbab dan alas jilbabnya dulu baru pergi shalat. Karena saya masuk dari lantai 3, maka pikiranku pun mengiyakan suara yang ke-2. Yah, mumpung tempat jilbab ada di lantai 2 (klo gak slh ingat) dan mushallah ada di lantai paling bawah, jadi sekalian saja singgah ke tempat jilbab habis itu turun deh ke mushalla di lantai dasar untuk shalat.

Setelah tiba di tempat jilbab, saya pun memilah-milah warna yang saya cari, tawar sana, tawar sini, dan akhirnya selesai juga. Jilbab dan alas jilbab yang saya beli tadi, saya simpan di dalam ransel. Ransel itu saya tenteng di lengan tangan kanan. Yipp, beres, setelah itu waktunya shalat. Ups, tiba-tiba perut saya ngoceh, minta makan. Yah, tadi pagi saya memang cuma sarapan dengan kue kering, jadi wajarlah kalau cepat lapar. Saya pun memutuskan untuk pergi ke Food Court di lantai 4 untuk makan. Hmm, sudah terpikirkan di kepalaku ingin memesan Gado-Gado dan Jus. Wuih, pasti wuenak tenan pikirku.

Namun, saat di tangga naik eskalator, ketika ingin memastikan apakah rasleting ransel ku tidak terbuka, saya mengedepankan dan mengambilnya dari lenganku. Seketika ku lihat salah satu kantong depan ranselku terbuka, dan saya kemudian segera memeriksa dompet dan hp ku. Dompet ku masih ada, tapi saya tidak menemukan hp dalam kantong ranselku. Kucoba untuk memeriksa di semua bagian tas ranselku, tapi hasilnya nihil. Seketika itupun kusadari bahwa hp ku telah hilang. Kemungkinan hp ku dicuri dari belakang saat menaiki tangga eskalator, ataukah terjatuh. Kecemasan pun datang menghampiriku. Ragaku terus berjalan menuju Food Court tapi pikiranku melayang ke handphone milikku itu.



Setibanya di lantai 4 Food Court, saya pun mengelilingi stand-stand makanan yang ada di sana, mencari menu Gado-Gado, tapi tak kutemukan. Saat itu saya memang tak serius mencari, rasa lapar ku telah hilang, pikiranku mencoba memutar ulang kembali dimana saja kuberjalan tadi. Lalu saya memutuskan untuk duduk di kursi makan yang disediakan, mengeluarkan kantong belanjaan jilbab dari ransel ku, mengecek seluruh isi tasku, berharap hp ku bisa kutemukan kembali. Setelah mengecek semuanya, saya pun pasrah. Hp ku telah hilang. Saya semakin tak bergairah. Dengan wajah lesu, saya pun turun dari lantai Food Court berpikir untuk kembali pulang ke rumah. Sejenak, terpikirkan olehku untuk bertanya ke tempatku membeli jilbab tadi, mungkin saja hp ku tertinggal disana. Namun, penjual jilbab itu pun tak tahu menahu mengenai hp saya. Juga terpikirkan olehku untuk bertanya kepada satpam, tapi saya mengurungkan niat itu, karena berpikir bahwa hp itu tak akan ditemukan lagi sebab sudah ada yang mengambilnya, buktinya kantong ranselku terbuka. Tapi anehnya kok pencurinya tidak mengambil dompet saya yah. Ah, entahlah....mungkin dia cuma sedang membutuhkan hp saja, pikirku cuek.

Saat sedang berjalan, saya tiba-tiba teringat 1 hal. Astaghfirullah !!! Saya belum shalat dzhuhur. Saya pun berpikir mungkin ini adalah teguran dari Sang Khalik karena saya telah menunda-nunda waktu shalat dan meremehkan panggilan CintaNya. Innaalillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun. Yah, saya pun mencoba untuk mengikhlaskan kepergian hp ku itu. Mencoba untuk berlapang dada bahwa semua yang ada di bumi ini memang adalah milik Allah semata.

Untuk apa saya berlarut-larut dalam bersedih hati atas hilangnya pinjaman dari Allah itu ??
Untuk apa saya berlarut-larut memikirkannya lagi bila semuanya telah ditentukan batas waktunya oleh Allah ??
Semua yang kita pakai saat ini adalah milikNya, kapanpun dan dimanapun ia bisa mengambilnya kembali.

Seketika itu pula, saya langsung menuju mushalla yang ada di basement lantai paling bawah. Saya pun mengambil air wudhu. Dalam wudhu itu saya berucap istighfar berkali-kali karena telah ceroboh dan lalai. Dalam Sujud pun saya kembali berdoa semoga Allah memaafkan kesalahan ku ini.

Saya tak tahu apa kata ayah dan ibu nanti bila ia tahu saya menghilangkan hp lagi. Namun yang pasti, saya tak ingin merepotkan mereka karena keteledoran saya ini. Saya cuma berharap semoga beasiswa PPA saya segera keluar di bulan Maret nanti. Biar saya bisa beli hp sendiri tanpa harus meminta dari orang tua lagi. Saya harus berhemat. Semangat, Nis ! Kamu pasti bisa !!!!


Teman, Kawan, Sahabatku semua yang saya cintai, saya berharap catatan kecil ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, dan kuharap jangan sampai terulang kembali pada kalian. Pesan yang bisa kita petik dari kisah ini :
1. Segerakanlah waktu shalat bila telah tiba waktunya
2. Jagalah barang anda ketika berbelanja di tempat umum/ramai
3. Belajarlah ikhlas atas apa yang telah pergi/hilang
4. Yakinilah bahwa akan ada hikmah dari setiap kejadian



>>>> ".....KepunyaanNyalah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al Hadiid : 2)

>>>> "Dan sungguh Kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan sampaikanlah berita gembira kepada orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, "Innaalillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun" (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali)." (QS.Al Baqarah : 155-156)

>>>> "Dan janganlah kamu lemah dan jangan bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kamu beriman." (QS. Ali Imran : 139)
Photobucket

Selasa, Desember 22, 2009

Hari yang Surprise Menjadi Guru Sehari

Huwaaaaaaaaaa...
Alhamdulillaahi Rabbil'aalamiin...
Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu dalam hidupku pun tiba (hehehehe, lebbay euy !). Memang enak yah bisa mengeluarkan potensi kita.
Sabtu, 14 Februari 2009 adalah hari pertamaku mengajar. Yah, mungkin bisa dibilang hari itu merupakan hari pertamaku tampil sendirian di depan kelas menjelaskan, berkomentar, dan mengeluarkan semua hasil pikiran dan ilmu yang saya miliki. (Halah Lebay, hohoho)

Sebenarnya hari itu bukan pertama kalinya anak-anak SD Batulaccu bertemu dengan saya di sekolah, karena pada hari-hari sebelumnya saya seringkali datang untuk menemani dan menyimak setiap kawan-kawan volunteer yang mengajar. Ini bertujuan agar saya dapat mempelajari bagaimana situasi sekolah, kepribadian anak-anak yang akan saya hadapi, dan metode-metode pengajaran yang sebaiknya diberikan kepada anak-anak itu sebelum saya sendiri yang tampil untuk mengajar mereka.

Alhamdulillah setelah tiga kali pertemuan saya mendampingi kawan-kawan volunteer, saya mulai terbiasa dengan keadaan di sekolah, dan anak-anak disana. Yah, paling tidak saya sudah tidak asing lagi dimata anak-anak itu.

Saat hari pengajaranku tiba, saya tidak merasa begitu khawatir lagi. Saya merasa sudah cukup mengenal bagaimana kondisi yang akan saya jalani saat mengajar nanti. Tapi ternyata hal itu diluar dugaanku. Yah, aku tahu bahwa akan ada 3 orang teman-teman volunteer yang akan menyaksikanku mengajar. Hal itu membuatku sedikit kaget karena biasanya yang datang mendampingi pengajar hanya 1-2 orang saja. Ini kok sampai 3. Kalau terlalu banyak yang menyaksikan kan saya bisa jadi grogi mengajarnya, hehehehe…

Saat menunggu waktu mengajar, saya berbaring sejenak di Honobono. Kebetulan saat itu saya sedang mengantuk dan entah kenapa ada saja rasa lelah yang menyusup. Eh, mungkin baru sekitar 10 menit istirahat tiba-tiba ada suara yang ku kenal datang memasuki Honobono. Ya, itu suara Eka, salah seorang volunteer juga. Wah, hatiku berkata : “Antusias sekali kawan-kawan ku ini ingin melihat ku mengajar. Saya jadi terharu deh, hihihihi”. Wah tiba-tiba saya mendengar nama Yasko disebut-sebut. “Loh ! Itukan nama orang jepang yang minggu lalu ingin mengajar tapi tidak jadi karena suatu kendala”, pikirku. Dan ternyata, wayaaaaaaakkhhh….Eka datang bersama Yasko ini !!! Alamaaakk…Tantangan apa pula ini !!!

Waduuuh, eka ini bikin surprise saja. Bilang-bilang dong kalau mau bawa orang jepang, biar saya ada persiapan gitu. Kan gak enak kalo ngajarnya jelek, heiks…heiks…Aduh jadi tambah deg-degan waktu itu. Rasanya pengen lari saja dari Honobono langsung pulang naik Pete-pete ke kosan, heheheh. Tapi apa boleh buat, tanggung jawab adalah amanah. Yah…ku pasrahkan saja semuanya pada Allah.

Saya pun mengeluh pada kak Maya dan pada teman-teman volunteer yang lain. Menunjukkan bahwa diriku saat itu memang benar-benar grogi. Sepertinya konsep saya smuanya hilang dari kepala. Tapi, daijobu (tidak apa-apa), anggap saja ini sebagai tantangan dan latihan agar lebih meningkatkan kemampuanku supaya bisa lebih pede tampil di depan umum, hohoho…

Alhasil, saat proses belajar mengajar berlangsung, smuanya bisa terkendali. Rasa takut yang sedari tadi muncul, perlahan-lahan hilang dan akhirnya bisa menguasai panggung kelas, hehehe narsis. Tapi sempat ada kesalahan waktu itu sih, karena pelafalanku tidak sesuai dengan yang tertulis di modul. Jadinya malu deh. Wah, saya mau protes sama yang ngetik modul jepang nih, Hayoo siapa, ngaku ! Hehehe…

Ehmmm…ada gunanya juga saya mengikuti Training ESQ, bisa menggunakan konsep para traininer saat menjelaskan, hihihihi…plagiator nih. Dalam proses pengajaran waktu itu, saya juga memilih cara Kuroda Sensei (salah seorang dosen di sastra Jepang UNHAS), yang melatih kami untuk berani naik menjawab soal di depan kelas. Dan itupun saya terapkan pada anak-anak.

Oh iya, diakhir pengajaran saya pun memperkenalkan Yasko san kepada anak-anak dan meminta bantunnya untuk menjelaskan mengenai makan siang yang ada di SD Jepang. Anak-anak terlihat sangat senang, karena mereka dapat penjelasan langsung dari orang jepang. Cara Yasko san saat menjelaskan dengan menggunakan bahasa Indonesia juga sangat lucu. Yasko san juga mengajarkan sebuah lagu jepang sambil menggambarkan sosok kartun yang paling legendaries yaitu Doraemon. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan bernyanyi sambil menggambar ini. Yah, walaupun tidak mengerti arti nyanyiannya, tapi it`s really fun, hehehe…arigato yasko san karena sudah banyak membantu
.
Hufff…Yatto, jyugyou ga owarimashita ! Akhirnya pelajaran pun selesai !

Terima Kasih Allah, Engkau telah melancarkan kegiatan kami hari ini. Semoga yang kami ajarkan ini bisa bermanfaat bagiku dan bagi mereka. Amin.

Sampai jumpa di episode berikutnya.
Wassalam ^_^