Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 11, 2014

Rahasia Agung Ketetapan-Nya

Alhamdulillah. Untuk kesekian kalinya, Allah menyelamatkanku dari keputusan yang salah. Aku bersyukur karena berkali-kali Dia telah meluruskan jalanku. Seringkali kita berpikir gegabah dalam mengambil tindakan. Terlalu terburu-buru dalam suatu hal tanpa menanyakan apa pendapatNya tentang itu. Berkali-kali kita melakukan pembenaran atas keputusan yang telah kita ambil, padahal ada hati yang berbisik menentang.

Hingga sampai pada titik tertentu. Dimana Allah akhirnya menunjukkan alasanNya mengapa Dia tidak menyetujui keputusanmu waktu itu. Mengapa Dia tidak melancarkan urusanmu. Dan mengapa tidak tenang hatimu dibuatnya. Ketika itu, barulah kita sadar kita tengah salah melangkah. Ya. Berterima kasihlah, karena jika bukan karena petunjukNya, mungkin kita akan terseret lebih jauh, dan jatuh ke liang penyesalan lebih dalam. PertolonganNya ada untuk menyelamatkan. PertolonganNya hadir untuk kebaikan.

Senin, November 04, 2013

Yang Digunakan Allah untuk Pendewasaanmu

 
Bismillaahirrahmaanirrahiim...


Sebagai manusia kita tentu pernah mengeluh semisal, “saya tidak tahan dengan cemooh orang itu”, “mengapa harus saya yang dijadikan bahan cemooh?”, “mengapa Tuhan memberikanku cobaan seberat ini?” atau keluhan lain yang serupa dengan itu. Ya, benar. Sangatlah manusiawi memang. Ketika masalah datang menghampiri. Ketika hati merasa terzalimi. Nafsu menggoda untuk berpaling dari sabar. Hingga sedih berlarut-larut. Maka disitu akan kita dapati iman tengah melemah.

Kobaran benci menyulut emosi. Menyebarluaskan kejelekan-kejelakan dan mendoakan sesuatu yang tak baik bagi orang yang membebani kita. Astaghfirullah. Begitulah hati yang sedang tertutup amarah. Tak ada cahaya.
Sungguh bukan matamu yang buta, tapi hati di dalam dada (QS. Al Hajj : 46)
Tengoklah jiwa-jiwa pejuang. Mereka tidak berbuat begitu. Mereka para pejuang, memandang orang-orang yang menyakiti hatinya, menguji kesabarannya, adalah orang-orang yang dipinjam Allah sebagai proses pendewasaan dan pematangan bagi kesempurnaan pribadinya

Minggu, Oktober 27, 2013

Guru yang Menyentuh Hati


Bismillaahirrahmaanirrahiim...
Semua guru adalah guru Bahasa Indonesia dan guru Agama”.
(Dr. H. Andoyo Sastromihardjo, M.Pd)
Hey, kini aku punya dosen yang paling aku suka. Setidaknya untuk saat ini. Kenapa untuk saat ini ? Karena beliau baru mengajar kami 3 hari, itupun pada masa orientasi kampus. Tiga kali mungkin terlalu cepat untuk menyimpulkan sesuatu. Tapi yang jelas aku suka. Itu saja. Bertemu beliau membuatku ingin beralih ke Jurusan Bahasa Indonesia. Tidak hanya aku, tapi temanku yang lain juga berpikir sama.

Namanya pak Andoyo Sastromihardjo. Ia dosen Bahasa Indonesia. Saat itu ia mengajarkan kami Academic Writing pada masa orientasi kampus. Kenapa aku suka? Karena cara beliau yang sangat bijak dalam mengajar. Bahasanya santun, menghargai setiap pendapat siswanya, dan sesekali menghubungkan materi dengan pendidikan agama. Hati dan logika kami pun mudah menerima penjelasannya. Ah, ini baru namanya Pendidikan Berkarakter, pikirku. Mengikuti kuliahnya, selalu ada kesadaran baru yang terbangun.

Rabu, Agustus 07, 2013

Malam Lebaran 1434 H


Alam semesta menjadi gegap gempita
Menyambut datangnya hari yang bahagia
Seruan takbir berkumandang di setiap sudut kota
Baju dan mukenah terbaik pun sedia

Namun ada hati yang pilu
Dengan ramadhan masih lah rindu
Hingga doa terucap syahdu
Semoga ramadhan selanjutnya masih bertemu

Rabu, November 07, 2012

Kurang Apakah Kita ?





Saat merasa terpuruk
Merasa menjadi orang yang tak beruntung
Meras sebagai orang yang paling sial
Merasa hidup tak pernah berpihak
Coba buka televisi
Cari program "Orang Pinggiran"
"Jika Aku Menjadi"
"Catatan si Olga"
Atau program sejenis lainnya

Jumat, Oktober 26, 2012

Idul Adha 1433 H

Subuh ini...
Takbir membelah sunyi
Kusambut dgn senang hati
Tibalah Lebaran Haji
Pasang senyum simetris 2 centi
Ayo kita shalat id lagiiii ^^


Sumber gambar :
http://images.csmonitor.com/csmarchives/2010/08/0816-DMOSQUES-mosques-cairo-egypt.jpg?alias=standard_900x600

Sabtu, Agustus 18, 2012

Lebaran 1433 H


Takbir keliling bareng pak lurah
Bunyi gendang bikin meriah
Selamat Idul Fitri 1433 Hijriah
Jika ninis ada salah, mohon dimaapin yah :)

Sumber gambar :
https://farm8.staticflickr.com/7409/12300805955_21558ff3d3_b.jpg

Kamis, Februari 02, 2012

Adik Fatimah Terlahir Ke Dunia


Alhamdulillah dapat kabar bahagia dari kawan seangkatanku, Mia. Sebelum azan maghrib tadi Mia melahirkan anak perempuannya yang ke dua. Beberapa minggu yang lalu, saya cukup kaget saat dapat kabar kalau dia tengah mengandung anak ke dua, dan tinggal menghitung hari lagi akan melahirkan, wahhh. Rasa-rasanya baru kemarin kami menghadiri acara aqiqah Fatimah, anak pertamanya. Eh, tau-tau sudah mengandung anak kedua. Masya Allah ^^

Fatimah sekarang sudah berumur 1 tahun, dan sekarang sudah punya adik, yang untuk saat ini belum diberikan nama. Dua orang temanku yang lain, yang lebih duluan punya anak dari Mia juga cukup terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak, soalnya mereka masih dengan 1 anak, sementara Mia sudah melambung dengan 2 anak.

Senin, Desember 05, 2011

Hati-hati dalam menyebarkan SMS Ibadah ataupun Hadits


Kawan pembaca, semalama saya mendapat 2 SMS dari teman yang isinya mengajak berpuasa pada tanggal 9-10 Muharram. Bunyi SMS mereka seperti ini :
"Barangsiapa berpuasa pada 9-10 Muharram tanggal umum 5 & 6 (Senin & Selasa) itu seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 2 tahun, dan siapa yang mengingatkan orang lain hal ini seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 80 tahun."
"Puasa 9-10 Muharram BESOK coy. Moga dapat pahala yang banyak dari ALLAH. Pahala puasa 2 tahun plus paket istimewa 80 tahun ibadah bagi yang mengingatkan. Asyik kan cuy Buruan dah. Hehehe."
Nah, itulah bunyi sms mereka. Selang beberapa menit saya mendapat sms itu, adikku juga tiba- tiba menyahut. "Puasa 9-10 Muharram orang besok !", katanya sambil memegang hp. Oooh, ternyata dia juga mendapatkan sms yang sama dari temannya.

Selasa, Agustus 30, 2011

Tahukah teman, apa mau Allah ?

Manusia sering membuat kecewa
Sering mengiris asa
Sering menebar luka

Tapi taukah teman
Ada satu yang tak akan begitu.
Tak akan buatmu kecewa
Tak akan buatmu luka

Dialah Allah
Sang Maha Pengasih nan Penyayang
Yang Maha Pemurah lagi Maha Mendengar

Maka mengapa kita masih berharap selain padaNya?
Di saat kita mengabaikanNya
Dia justru datang menyapa kita dengan sejuta nikmatNya
Di saat kita melupakanNya
Dia tetap mengingat kita dengan memberikan petunjuk tanda kasihNya

Allah tak pernah lelah menolongmu, teman.
Allah tak pernah lupa menyapamu.
Namun, dengarkah kita dengan sapaanNya ?
Adakah kita selalu mengingatNya ?

Coba sejenak,
Rasakan dengan mata hati kita...

Udara yang kita hirup dengan gratis ini dari siapa ?
Bumi yang kita tempati berpijak ini milik siapa ?
Wajah yang cantik nan tampan itu ciptaan siapa ?

Tiada yang lain selain Allah.
Lalu, apa wujud syukur kita, teman ?
Apa balasan kita atas semua yang Allah berikan ?

Allah tak meminta sejumlah uang darimu,
Allah tak meminta tinggi pangkat jabatanmu,
Allah hanya ingin kita mencintaiNya melebihi apapun.
Allah hanya ingin kita mengabdikan diri hanya untukNya.

Ya itu saja, Cinta dan Pengabdian.


*********
Katakanlah: "jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. 
(At-Tawbah: 24)



=======================================================================
Pondok Adelia, 9.28 AM
Minggu, 18 Juli 2010



Photobucket

Sabtu, Agustus 13, 2011

Apa tujuan hidup kita sebenarnya ???

(Tulisan ini ku buat sebagai sebuah perenungan atas diriku sendiri)

[Sumber gambar]

Tadi saat aku disuruh oleh ibu membuat sambal terasi untuk makan malam ayah, tiba-tiba entah kenapa langsung terbersit dalam pikiranku kisah seorang 2 insan yang berbeda kewarganegaraan dapat menjalin kisah kasih yang notabene di batasi oleh bahasa yang berbeda satu sama lain. Pikiranku lalu meloncat ke seseorang yang ku kagumi, ia memiliki kemampuan bahasa Jepang yang baik. Ia bisa tinggal bertahun-tahun di Jepang bersama keluarganya. Memiliki kenalan yang banyak, menjadi orang yang sukses, dan hidup berkecukupan. Oh...betapa senangnya bisa hidup seperti itu, pikirku.

Lalu, ada yang berbisik dan berkata "Apakah kehidupan seperti itu yang benar-benar kamu inginkan, Nis ?" Bisikan itu lalu mengajakku berpikir sejenak, akan arti hidup seorang manusia dimuka bumi ini, khususnya seorang wanita muslimah. Hingga bertubi-tubi pertanyaan pun muncul.
Apakah sebenarnya yang ingin saya gapai di dunia ini ?
Apakah gunanya saya meraih semua kesuksesan itu ?
Apakah sebenarnya tugas seorang wanita muslimah di dunia ini ?
Apakah hanya melahirkan keturunan saja ?
Ah, sepertinya tidak.

Wanita harus mampu mendidik anaknya agar tumbuh menjadi anak yang mengenal Penciptanya dan menjadi anak yang sholeh lagi sholehah.
Lalu, bila hidup ini hanya untuk mengenal Penciptanya saja maka apa gunanya aku mempelajari semua ilmu dunia ini ?
Mengapa saya tak menghabiskan waktu untuk mempelajari ilmu agama saja, pikirku.
Pertanyaan-pertanyaan itu membuatku semakin bingung.
Berbagai pertimbangan berkelebat dalam pikiranku.

Selang beberapa detik, muncul kembali pikiran lain.
Ah, bukankah saya sekarang ini hidup di dunia, dan era zaman akan terus berkembang.
Dunia akan menyeleksi orang-orang yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan semua itu membutuhkan ilmu.

Kemudian saya teringat akan sebuah firman Tuhan yang mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai "Rahmatan Lil 'Alamin" rahmat bagi semesta alam.
Manusia mengemban tugas di bumi ini sebagai penebar kebaikan, sebagai khalifah Allah, sebagai wakil Allah di muka bumi ini. Dan semua itu tidak lain membutuhkan ilmu. Bukankah Allah telah berjanji bahwa mereka yang berilmu akan dinaikkan derajatnya oleh Allah ? Ya, sedikit lagi, jawabannya sedikit demi sedikit mulai kumengerti. Selain itu, saya sebagai alumni ESQ diajarkan untuk memiliki 3 Visi yakni : 1.Berjumpa dengan Allah di SurgaNya, 2.Membangun Peradaban Indonesia Emas, dan 3.Berusaha sebaik mungkin disetiap waktu.

Orang-orang pada zaman Rasulullah dan Sahabat-sahabatnya sangat giat mencari ilmu. Ilmu Kedokteran, Ilmu Perbintangan, Ilmu Sosial, dan yang lainnya.
Apa gerangan yang menjadi motivasi mereka ?
Karena semangat dan rasa ingin tahu mereka yang tinggi serta untuk memajukan peradaban manusia semua dilakukan demi Allah, demi melaksanakan tanggung jawab mereka yang diembankan dari Allah untuk mereka.
Mereka sadar bahwa tugas manusia di bumi adalah sebagai rahmat bagi semesta alam.
Salah satu peradaban yang menunjukkan betapa kuatnya umat islam adalah peradaban andalucia (7 SM - 14 SM), saat orang-orang di eropa belum mengetahui yang namanya mandi, umat islam di sana telah mengetahui tata cara berpakaian. Karena semuanya itu telah di atur dalam islam.

Saat itu, kepentingan uang, kepentingan gelar, kepentingan jabatan, kepentingan materi tidaklah menjadi tujuan utama mereka.
Bisa kita bandingkan dengan apa yang terjadi di negara kita saat ini ?
Kapitalisme, Materialisme merajalela di mana-mana.
Buktinya, orang yang dianggap sukses hanyalah mereka yang sudah berhasil memiliki uang banyak, memiliki kepopuleran dimana-mana, memiliki jabatan yang tinggi, dan kendaraan yang banyak. Manusia modern saat ini tidak lagi menganggap bahwa orang yang sukses adalah dia yang mampu jujur dalam setiap tindakan dan perbuatannya, dia yang giat berusaha dalam segala urusannya, dia yang senantiasa ikhlas & bersyukur atas apa yang telah ia raih dari usahanya.

Ya, itulah yang hilang dari kita saat ini. Kita dibutakan oleh kenikmatan & keinginan duniawi kita. Dan melupakan kewajiban kita untuk mempelajari agama kita sendiri dan membuat peradaban agar Indonesia maju menjadi bangsa yang masyarakatnya menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan universal dalam setiap segi kehidupannya yang tentunya semua itu dilakukan untuk mendapatkan cintaNya Allah. Intinya kita hidup di dunia ini yaitu untuk mengabdi kepadaNya dan menjadi wakil Allah bagi alam ini.

Teman saat menuangkan tulisan inipun, saya belum tau cita-cita saya. Tapi ibu saya selalu mengatakan bahwa tak apa bila kamu belum tau ingin menjadi apa kelak, asalkan kamu berusaha sebaik mungkin layaknya orang yang telah memiliki cita-cita. Berusahalah sebaik mungkin, ambillah semua pelajaran yang diajarkan padamu dengan baik, karena yakinlah kamu akan menggunakan salah satu dari ilmu itu di tempat yang tidak kamu sangka-sangka.

Wallahu'alam...

Ya, begitulah. Saya menjadi merasa bersalah karena belum bisa mempelajari agama saya sendiri dengan baik. Saya malas mengikuti kajian, saya malas menghafal Al-Qur'an, masih sering meremehkan waktu shalat, dan masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang tak terhitung jumlahnya.

Teman dan para pembaca sekalian, inilah saya. Seorang wanita yang tidak sempurna.
Saya mengetahui teori tapi belum bisa mengamalkan.
Saya menulis ini hanya sebagai uraian dari pertanyaan-pertanyaan saya selama ini.
Agar kelak jika saya lupa, saya bisa membacanya kembali.

Saya berharap bisa mengaplikasikan apa yang saya tulis ini dengan lebih baik.
Saya ingin bermanfaat untuk orang di sekitar saya, kampung, negara, dan agama saya.
Saya ingin terus dan terus belajar agar bisa memuhasabah diri sendiri demi meningkatkan kualitas diri.
Saya ingin melihat Indonesia bangkit.
Saya sedih mendapati indonesia yang senantiasa dirundung oleh masalah, dan dinjak-injak negara lain,
Bahkan bangsa inipun sebagian besar tidak mendapatkan kepercayaan lagi oleh masyarakatnya sendiri.

Teman, mungkin kalian merasa tulisan ini tidak sistematis.
Ya, memang benar. Karena saya hanya menulis menurut apa yang timbul dalam pikiran saya.
Dan saya bukanlah seorang yang pandai menulis.
Hanya apa yang saya pikirkan, itulah yang kemudian saya tuangkan dalam tulisan ini.
Saya tak tahu apakah tulisan ini ada manfaatnya atau tidak.
Akan tetapi saya hanya ingin berbagi.
Siapa tahu ada yang mengalami hal serupa yang selalu menimbulkan tanda tanya dalam dirinya.

Ya Rabb, tuntun kami kemana harus ku melangkah,
Wahai Engkau Dzat yang Maha Memberi Petunjuk,
Ajarkan kami ilmu-Mu. Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Berikanlah kami teman-teman yang sholeh dan sholehah.
Agar kami saling menasihati dalam kebaikan bila kami sedang lupa.

Ya Rahman Ya Rahiim, jangan biarkan kami menjadi hamba yang terlena dengan kenikmatan dunia.
Jangan lepaskan genggaman tanganmu dikala kami sedang tersesat dalam lembah kenistaan.
Tarik kami untuk kembali ke dalam jalan kebenaranMu.
Maafkan kami yang senantiasa melalaikan waktu-waktu kami hanya untuk hal-hal yang tak berguna.

Berikan kami semangat untuk menyebarkan agamaMu.
Berikan kami semangat untuk tetap istiqomah di jalanMu
Teguhkan keyakinan kami atas keagunganMu
Kokohkan islam, iman, dan ihsan kami hingga menghujam ke dalam dada
Yang akarnya tak bisa goyah sedikit pun.
Jangan biarkan kami menyia-nyiakan perjuangan kekasihMu, Rasulullah SAW
Sampaikan salam kami padanya ya Rabb.
Hingga pada akhirnya izinkanlah & pertemukanlah kami semua dalam naungan JannahMu

Amin...Amin...Amin Ya Robbal 'alamiin...

====================================================

Palopo, 16 Januari 2010
22.10 WITA
Photobucket

Jumat, Maret 04, 2011

Jilbab


Saat berjalan di supermarket, stasiun, bandara, saat bersepeda, berbelanja, mereka melihatku dengan tatapan yang tidak biasa. Mungkin karena cara berpakaianku yang juga tidak biasa bagi mereka. Ya, seperti inilah resiko yang harus kujalani di sebuah negeri yang tidak begitu mengenal islam atau mungkin ada yang tidak mengetahui kalau ada agama yang bernama islam.

Sepertinya jilbab adalah sebuah hal yang termasuk langka di jepang. Sebelum berangkat ke sana, senseiku sudah berpesan "Nis, jangko heran kalo diliat2i disana karena pake jilbab". Ternyata memang benar, dimanapun aku berjalan, ada-ada saja orang yang memandangiku dengan raut wajah kaget, bahkan mungkin merasa aneh. Melihat ke arah jilbabku lah, atau melihat ke arah rok mungkin. Bahkan pernah ada dua anak kecil yang kusapa, eeehh dia langsung menangis. Oh Tuhan, sebegitu menakutkannya kah penampilanku ?

Tapi, saya tetap memaklumi mereka. Walaupun kadang merasa kurang pede, namun hal itu aku jadikan sebagai tantangan. Toh dengan cara inilah kita bisa memperkenalkan kepada mereka seperti apa penampilan seorang muslim.

Keuntungan yang saya rasakan dengan mengenakan jilbab di Jepang :
  1. Sebagai simbol / penanda identitas. Saya mendapat ucapan salam dari seorang muslim yang lewat saat berbelanja di Tokyo. Benar-benar sebuah kebahagiaan saat kita dapat bertemu saudara seiman di tengah-tengah negara nonmuslim. Ucapan Assalaamualaykum terdengar biasa jika kita mendengarnya di Indonesia, namun disana perkataan itu meninggalkan kesan, sebab muslim termasuk minoritas di Jepang.
  2. Saat musim dingin, jilbab dapat dijadikan sebagai penghangat kepala.
Yah inilah kawan, segelintir pengalaman yang berkesan bagi saya saat berada di negara sakura itu. Selalu ada hikmah yang bisa kita petik dari setiap kejadian.

Sumber gambar :
https://plus.google.com/111736406413809402572/posts

Minggu, Desember 12, 2010

Di Balik Arti "Alhamdulillah" ?

Pasti teman-teman sering mendengar ucapan Alhamdulillah kan? Nah, apa ya artinya ? Iyap, Benar. Artinya, Segala Puji Bagi Allah. Ungkapan ini sering kita ucapkan ketika mendapat nikmat dari Allah. Dan merupakan tanda syukur kita padaNya.

Tapi, bukan itu yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Yang menjadi permasalahannya adalah, apakah ucapan ini hanya sebatas ungkapan rasa syukur di lisan? sekedar kebiasaan saja? atau bagaimana? Mari sejenak kita tanyakan kepada diri kita. Apakah setiap kali kita mendapat nikmat, pujian, atau ucapan selamat dari teman-teman kita, kemudian mengucapkan "Alhamdulillah" namun diikuti dengan rasa bangga atas pujian tersebut? Kita merasa pantas atas pujian itu, sehingga kita lupa akan arti hamdalah yang sebenarnya.