Selasa, Desember 28, 2010

Keutamaan Bangun Subuh & Angin Pagi Bagi Kesehatan

Manfaat dari sisi kesehatan yang dapat diperoleh seseorang jika membiasakan diri bangun pagi adalah sebagai berikut :
  1. Kadar gas ozon (O3) dalam udara pagi mencapai titik yang paling tinggi. Kadar ini akan berkurang secara berangsur hingga hilang sama sekali begitu matahari terbit. Gas ini sangat bermanfaat bagi organ-organ saraf karena dapat mengaktifkan kerja otak dan otot tubuh. Karena itu, seseorang akan mencapai puncak keaktifan pikiran dan otot-ototnya di waktu pagi. Saat menghirup udara pagi, seseorang akan merasakan kenikmatan dan kegembiraan yang tidak bisa dibandingkan dengan waktu siang maupun malam.
  2. Warna merah pada sinar fajar dapat memengaruhi urat-urat saraf, yakni membangkitkan kesadaran dan gerak saraf. Fajar mengandung sinar ultraviolet yang cukup tinggi sehingg kulit membutuhkan asupan vitamin D yang tinggi pula.
  3. Bangun pagi berarti memutus waktu tidur yang lama. Penelitian telah membuktikan bahwa orang yang tidur dalam waktu lama, dan posisi sama, mudah terserang penyakit jantung. Tidur, tidak lain hanyalah diam secara mutlak. Diam dalam waktu lama dapat mengakibatkan terjadinya pengendapan lemak pada dinding arteri koroner. Mungkin inilah salah satu hikmah yang dapat dipetik oleh orang-orang beriman yang bangun tengah malam untuk melaksanakan shalat. Seraya mendekatkan diri ke[ada Allah SWT, mereka terhindar dari penyakit pembuluh darah.
  4. Secara ilmiah, kadar hormon kortison dalam darah mencapai tingkat yang paling tinggi di waktu pagi, yakni 7-22 mikrogram / 100 mil plasma. Hormon kortison ini menyuplai energi bagi tubuh. 
Disadur dari buku "Ensiklopedia Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur'an dan Sunnah", penerbit oleh PT. Kharisma Ilmu, 2009, hal. 109-111

Sumber gambar :
http://www.borongaja.com/data_images/out/17/637194-morning-sun-on-the-field.jpg

I'm Home !!!

♥ Yattaaaaaaaa...!!!
Waktunya berlibur di Palopo
Akhirnya bisa pulkam juga
Senang bisa berkumpul bersama keluarga lagi
Bisa bercanda bersama lagi
Bisa makan masakan ibu lagi

Bebas dari tugas
Bebas dari dunia kampus
Bebas dari kesepian
Bebas dari kesendirian
Yayy !!

Ya kawan, nikmatilah masa-masa indah bersama orang-orang yang menyayangimu selagi kita masih diberi kesempatan oleh Sang Maha Pemberi Nikmat.
Ya Rabb, jadikan sisa umur kami bermanfaat untuk orang-orang yang kami sayangi...

Have a nice holiday, guys..
Photobucket

Senin, Desember 27, 2010

Ku Dukung Merah Putihku !



Malam ini 26 Desember 2010, digelar pertandingan final LEG I piala AFF antara Indonesia VS Malaysia. Saat pertandingan dimuali, pengguna Facebook berbondong-bondong mengganti status untuk menyatakan dukungannya kepada Indonesia, tak terkecuali saya, hehe. Lirik lagu "Garuda di Dadaku" ku pun tiba-tiba menjadi inspirasi para pengguna FB dalam membuat status. Yah, setidaknya itulah salah satu bentuk nasionalisme kita, mendukung anak bangsa lewat status FB.
Sorak sorai para penonton di samping pondokan juga bising terdengar. Saat keluar mencari makan malam, saya melihat warung-warung yang punya TV di pinggir jalan wilayah kosanku juga ramai dikunjungi oleh mahasiswa yang sedang memesan makanan sekaligus melihat pertandingan bersama dengan pembeli yang lain.

Nah, saat Malaysia memasukkan gol ketiga nya di gawang Indonesia, keadaan tiba-tiba berubah. Status-status di Facebook mendadak menyalahkan Malaysia, ada yang mengeluh, kecewa, sedih, dan sebagainya. Teriakan-teriakan para penonton di samping pondokan juga mulai lesu terdengar. Saya pun mengeluh sendiri di kamar, ditemani suara para komentator yang tetap asyik bercuap-cuap memaparkan jalannya pertandingan di sebuah siaran radio fm.

Tapi hingga detik terakhir, Indonesia tidak sanggup mencetak gol satupun. Adikku bilang "tallo tawanya" yang artinya "telur bagiannya".

Yah...Mengecewakan... :(
Indonesia kalah melawan Malaysia di pertandingan malam ini.
Honnntouni Kuyashii yo ne.
Orang-orang mengatakan kalau Malaysia curang. Tapi, karena tidak menonton langsung, hanya menyimak lewat radio, jadi saya tidak bisa berkomentar. Apapun itu, kalah atau menang bukanlah masalah. Yang paling penting adalah proses, bukan ?

Oh iya, ada status lucu dari teman saya di FB.
Mereka mengatakan seperti ini :

----------------------------------------------------------------------------------------------
"Malaysia belum tau kehebatan tabung gas 3 kg nya indonesia..."
----------------------------------------------------------------------------------------------
"Ambil semua yang ada, sebelum tanggal 29 Desember. Karena otomatis akan meledak semua. Hitung2 juga buat menungu malam pergantian tahun."
----------------------------------------------------------------------------------------------
"Kalau burung Garuda ditembak laser jatuh, bagaimana kalau harimau dilemparkan tabung LPG 3 kg ?"
----------------------------------------------------------------------------------------------

Hahaha..saat membacanya, saya berpikir, benar juga yah, xixixi... ^^
Aduuh...tapi jika dilihat lebih dalam, sebenarnya status ini menjelekkan Indonesia. Karena secara tidak langsung menyinggung kualitas tabung gas 3kg buatan Indonesia, hehe...

Well, itu saja yang ingin saya tulis malam ini.
Tetaplah dukung Indonesia di LEG II nanti.

Sebagai kata penutup, ini saya kutip dari status salah seorang teman :
"Please...Permainan di Indonesia nanti tetap harus sportif, terutama supporternya. Mohon jangan balas dendam atas prilaku supporter Malaysia. JIKA KITA KALAH, HARUS KALAH DENGAN TERHORMAT. DEMIKIAN JIKA KITA MENANG, HARUS MENANG DENGAN SANGAT TERHORMAT, INGAT !! Sesungguhnya yang dinilai dari diri kita adalah PROSES dan bukan HASIL nya."

Kesimpulannya "Pemenang Sejati adalah dia yang mampu bermain dengan Jujur & Sportif !"
Go..Fight..Win, INDONESIA !!!

Minggu, Desember 26, 2010

Begadang Jangan Begadang ^^

Tahu lagu ini :
"Begadang jangan begadang,
Kalau tiada artinya,
Begadang boleh saja, a..aa..aaa...
Kalau ada perlunyaaa" ~♪♫
Hohoho...Ya, Lagu Bang Rhoma Irama :)
Ah, Bang Rhoma suka nyinggung nih
 
Yah...begitulah...
Selama beberapa minggu ini saya terpaksa begadang.
Aktifitas menulis di blog pun terlupakan.
Karena urusan tugas makalah dan ujian akhir semester.
Tapi kini semuanya sudah selesai.
Tugas-tugas pun telah kukerjakan.
(kecuali laporan KKN masih menggantung)

Karena sudah terbiasa begadang,
Jadinya gak bisa tidur kalo dibawah jam 12 malam.
Pengen banget merubah pola hidup begadang ini.
Duh, tapi sulitnya minta ampun.
Selalu ada saja kegiatan yg membuatku begadang.
(termasuk bersih-bersih dan online, haha ^^)

Yah...baiklah...kuncinya kembali kepada "Proses Pembiasaan"
Well, mari kita coba !
Berubah untuk untuk hidup yang lebih baik :)

***
Oyasuminasai, Selamat tidur...


Jumat, Desember 17, 2010

Pesona Cleopatra Vs Pesona Raihana

Ibu...
Durhakalah aku
Jika dalam diriku
Tak kau temui inginmu,

   Ibu...
   Durhakalah aku
   Jika dalam hidupku
   Tak kau temui legamu,


   Ibu...
   Durhakalah aku
   Jika dalam maumu
   Tak ada mauku,


Tapi...
Durhaka kah aku, ibu?
Jika dalam diri Raihana tak ada cintaku ?!!

* * *

Puisi ini kutemukan dalam novel Pudarnya Peson Cleopatra karya Habiburrahman, penulis kesukaanku. Dalam ceritanya, puisi ini dipersembahkan dari seorang pemuda untuk ibunya, dimana ibu sang pemuda ini telah memilih calon istri yang ia rasa pantas untuk anaknya.

Cerita-cerita dari kang Abik selalu berhasil membuatku berderai airmata. Kata-katanya begitu indah, menyentuh kalbu. Begitu pula dengan cerita "Pudarnya Peson Cleopatra" ini. Ya, setiap kali aku membaca cerita ini, mataku selaku berkaca-kaca. Bagaimana tidak, seorang isteri yang telah mengabdi dengan sebenar-benarnya pengabdian kepada suaminya, namun suaminya tidak sedikitpun tumbuh bibit-bibit cinta di hatinya terhadap Raihana, sang istri.

Dan di akhir cerita, suaminya menemukan sekumpulan kertas merah jambu yang ditulis oleh istrinya. Surat itu berisi ungkapan hati Raihana. Raihana menulis betapa ia mati-matian meredam rindu akan kasih sayang suaminya, yang hingga akhir hidupnya tidak ia dapatkan. Raihana senantiasa bermunajat kepada Rabbnya. Menuangkan segala kesedihannya. Memanjatkan doa untuk suaminya. Sungguh istri yang sholehah. Berikut penggalan suratnya :

* * *



Ya allah..
Dengan rahmat-Mu
Hamba memohon,
Jangan engkau murkai dia karena kelalaiannya.

Cukup hamba saja yang menderita.
Biarlah hamba saja yang menanggung nestapa.
Jangan engkau murkai dia.
Dia adalah ayah dari janin yang hamba kandung ini.

Jangan engkau murkai dia.
Dengan cinta hamba telah memaafkan segala khilafanya.
Hamba tetap menyayanginya.

Ya Allah ...
Berilah hamba kekuatan,
Untuk setia berbakti dan memuliakanya.

Ya Allah...
Engkau Maha Tahu
Bahwa hamba sangat mencintainya karena-Mu.
Sampaikanlah rasa cinta hamba ini kepadanya
Dengan cara-Mu yang paling bijaksanna.
Tegurlah dia dengan teguran rahmat-Mu.

Ya allah...
Dengarkanlah doa hamba-Mu ini.
Tiada Tuhan yang layak disembah kecuali Engkau.
Mahasuci Engkau Ya Allah...
Sungguh hamba mengakui,
Hamba termasuk golongan orang-orang yang zhalim.

Amin...


* * *

Sang suami baru tersadarkan setelah membaca surat-surat itu. Ia segera berlari menuju rumah sakit, dadanya sesak, dan haru yang luar biasa. Rasa rindunya tiba-tiba membuncah. Hatinya basah. Seketika itu pesona kecantikan Cleopatra memudar, berganti cahaya cinta Raihana.


Namun, semuanya terlambat, Raihana meninggal dunia saat melahirkan anak pertamanya di rumah sakit, tanpa didampingi oleh suaminya. Hanya ibu sang pemuda yang menemani Raihana saat itu.


Sungguh cerita yang mengharukan. Karena itu, jangan sia-siakan orang yang ada di sekitar kita saat ini, karena tak ada yang tahu kapan waktu akan memisahkan kita.


Kamis, Desember 16, 2010

Chichi Kaeru Karya Kikuchi Kan

Sewaktu saya mangambil mata kuliah Telaah Drama, kami diberikan tugas untuk memasukkan teks drama Jepang yang berjudul "Chichi Kaeru" karya Kikuchi Kan ke dalam makalah final. Saya lalu searching di internet, namun ternyata cukup sulit untuk menemukannya. Nah, bagi teman-teman yang kuliah di Sastra Jepang, dan membutuhkan cerpen nya ini saya bagikan. Douzo 


CERPEN CHICHIKAERU BY KIKUCHI KAN

       父帰る  一幕

  人 物
 
黒田 賢一郎   二十八歳
その弟 新二郎  二十三歳
その妹 おたね  二十歳
彼等の母おたか  五十一歳
彼等の父宗太郎
 
  時
  
明治四十年頃
  
  所
 
南海道の海岸にある小都会
 
  情 景
 
中流階級のつつましやかな家、六畳の間、正面に箪笥があつて其上に目覚時計が置 いてある。前に長火鉢あり、薬缶(やかん)から湯気が立つて居る。卓子台(ちやぶだい)が出してある。賢一郎役所から帰つて和服に着更へたばかりと見え寛 (くつろ)いで新聞を読んで居る。母のおたかが縫物をして居る。午後七時に近く戸外は闇(くら)し、十月の初。
 
賢一郎 おたあさん、おたねは何処へ行つたの。
 仕立物を届けに行た。
賢一郎 まだ仕立物をしとるの、もう人の家の仕事やこし、せんでもええのに。
 さうやけど嫁入の時に、一枚でも余計ええ着物を持つて行きたいのだらうわい。
賢一郎 (新聞の裏を返しながら)此間云うとつた口は何()うなつたの。
 たねが、ちいと相手が気に入らんのだらうわい、向うは呉れくれ云うてせがんどつたんやけれどものう。
賢一郎 財産があると云ふ人やけに、ええ口やがなあ。
 けんど、一万や、二万の財産は使ひ出したら何の益(やく)にもたたんけえな。家でもおたあさんが来た時には公債や地所で、二、三万円はあつたんやけど、お父さんが道楽して使ひ出したら、笹につけて振る如しぢや。
賢一郎 (不快なる記憶を呼び起したる如く黙して居る)………
 私は自分で懲々(こりごり)しとるけに、たねは財産よりも人間のええ方へやらうと思うとる。財産がなうても亭主の心掛がよかつたら一生苦労せいでも済むけにな。
賢一郎 財産があつて、人間がよけりや、なほいいでせう。
 そんな事が望めるもんけ。おたねがなんぼ器量よしでも家には金がないんやけにな。此頃の事やけに少し支度をしても三百円や五百円は直ぐかかるけにのう。
賢一郎 おたねも、お父さんの為に子供の時随分苦労をしたんやけに、嫁入の仕度丈(したくだけ)でも出来る丈の事はしてやらないかん。私達の貯金が千円になつたら半分はあれにやつてもええ。
 そんなにせいでも、三百円かけてやつたらええ。其後でお前にも嫁を貰うたら私も一安心するんや。私は亭主運が悪かつたけど子供運はええ云うて皆云うて呉れる。お父さんに行かれた時は何()うしようと思つたがのう……
賢一郎 (話題を転ずる為に)新は大分遅いな。
 宿直やけに、遅うなるんや。新は今月からまた月給が昇(あが)る云うとつた。
賢一郎 さうですか、あいつは中学校でよく出来たけに、小学校の先生やこしするのは不満やらうけど、自分で勉強さへしたらなんぼでも出世は出来るんやけに。
 お前の嫁も探して貰うとんやけど、ええのがなうてのう。園田の娘ならええけど少し向うの方が格式が上やけに呉れんかも知れんでな。
賢一郎 まだ二三年はええでせう。
 でもおたねを外へやるとすると、ぜひにも貰はないかん、夫(それ)で片が附くんやけに。お父さんが出奔(しゆつぽん)した時には三人の子供を抱へて何うしようと思つたもんやが……
賢一郎 もう昔の事を云うても仕方がないんやけえに。
(表の格子開き新二郎帰つて来る、小学教師にして眉目秀(みめすぐ)れたる青年なり)
新二郎 只今(ただいま)
 やあおかへり。
賢一郎 大変遅かつたぢやないか。
新二郎 今日は調べものが沢山あつて、閉口してしまうた。ああ肩が凝()つた。
 先刻(さつき)から御飯にしようと思つて待つとつたんや。
賢一郎 御飯がすんだら風呂へ行つて来るとええ。
新二郎 (和服に着更へながら)おたあさん、たねは。
 仕立物を持つて行つとんや。
新二郎 (和服になつて寛ぎながら)兄さん! 今日僕は不思議な噂を聞いたんですがね。杉田校長が古新町(ふるしんまち)で、家のお父さんによく似た人にあつたと云ふんですがね。
母と兄 う一む。
新二郎 杉田さんが、古新町の旅籠屋(はたごや)が並んどる所を通っとると、前に行く六十ばかりの 老人がある。よく見ると何うも見たやうな事があると思って、近づいて横顔を見ると、家のお父さんに似て居たと云ふんです。何うも宗太郎さんらしい、宗太郎 さんなら右の頬にほくろがある筈(はず)ぢやけに、ほくろがあつたら声をかけようと思つて、近よらうとすると水神(すゐじん)さんの横町へコソコソとはい つてしまうたと云ふんです。
 杉田さんならお父様の幼な友達で、一緒に槍の稽古(けいこ)をして居た人やけに、見違ふ事もないやらう。けどもうお前二十年にもなるんやけにのう。
新二郎 杉田さんもさう云うとつたです。何しろ二十年も逢はんのやけに、しつかりした事は云へんけど、子供の時から交際(つきあ)うた宗太郎さんやけに、まるきり見違へたとも云へん云うてな。
賢一郎 (不安な眸(ひとみ)を輝かして)ぢや、杉田さんは言葉はかけなかつたのだね。
新二郎 ほくろがあつたら名乗る心算(つもり)で居たのやつて。
 まあ、そりや杉田さんの見違ひやらうな。同じ町へ帰つたら自分の生れた家に帰らんことはないけにのう。
賢一郎 然し、お父様は家の敷居は一寸越せないやらう。
 私はもう死んだと思うとんや、家出してから二十年になるんやけえ。
新二郎 何時か、岡山で逢()つた人があると云ふんでせう。
 あれも、もう十年の前の事ぢや。久保の忠太さんが岡山へ行つた時、家のお父さんが、獅子や虎の 動物を連れて興行しとつたとかで、忠太さんを料理屋へ呼んで御馳走をして家の様子を聞いたんやて。其時は金時計を帯にはさげたり、絹物づくめでエライ勢 (いきほひ)であつた云うとつた。それから何の音沙汰(おとさた)もないんや。あれは戦争のあつた明くる年やけに、もう十二、三年になるのう。
新二郎 お父さんはなかなか変つとつたんやな。
 若い時から家の学問はせんで、山師のやうな事が好きであつたんや。あんなに借金が出来たのも道楽ばつかりではないんや。支那へ千金丹を売り出すとか云うて損をしたんや。
賢一郎 (やや不快な表情をして)おたあさんお飯(まんま)を食べませう。
 ああさうやさうや。つい忘れとつた。(台所の方へ立つて行く、姿は見えずに)杉田さんが見たと云ふのも何ぞの間違やろ。生きとつたら年が年やけに、ハガキの一本でもよこすやろ。
賢一郎 (やや真面目に)杉田さんが、その男に逢うたのは何日の事や。
新二郎 昨日の晩の九時頃ぢやと云ふ事です。
賢一郎 どんな身なりをして居つたんや。
新二郎 あんまり、ええなりぢやないさうです。羽織も着て居らなんだと云ふ事です。
賢一郎 さうか。
新二郎 兄さんが覚えとるお父さんはどんな様子でした。
賢一郎 私は覚えとらん。
新二郎 そんな事はないでせう。兄さんは八つであつたんやけに、僕だつてボンヤリ覚えとるに。
賢一郎 私は覚えとらん。昔は覚えとつたけど、一生懸命に忘れようと、かかつたけに。
新二郎 杉田さんは、よくお父様の話をしますぜ。お父さんは若い時は、ええ男であつたさうですな。
 (台所から食事を運びながら)さうや、お父様は評判のええ男であつたんや。お父さんが、大殿様のお小姓(こしやう)をして居た時に、奥女中がお箸箱に恋歌(こひか)を添へて、送つて来たと云ふ話があるんや。
新二郎 何のために、箸箱を呉れたんやらう。はゝゝゝゝ。
 丑(うし)の年やけに、今年は五十八ぢや。家にぢつとして居れば、もう楽隠居をしてゐる時分ぢやがな。
(三人食事にかかる)
 たねも、もう帰つてくるやらう。もうめつきり寒うなつたな。
新二郎 おたあさん、今日浄願寺の椋(むく)の木で百舌(もず)が蹄()いとりましたよ。もう秋ぢや。……兄さん、僕はやつぱり、英語の検定をとる事にしました。数学にはええ先生がないけに。
賢一郎 ええやらう。やはり、エレクソンさんの所へ通ふのか。
新二郎 さうしようと、思つとるんです、宣教師ぢやと月謝がいらんし。
賢一郎 うむ、何しろ一生懸命にやるんだな、父親の力は借らんでも、一人前の人間にはなれると云ふ 事を知らせる為に、勉強するんぢやな。私も高等文官をやらうと思うとつたけど、規則が改正になつて、中学校を出とらな、受けられん云ふ事になつたから、諦 めとんや。お前は中学校を卒業しとるんやけに、一生懸命やつて呉れないかん。
(この時、格子が開いて、おたねが帰つて来る。色白く十人並以上の娘なり)
おたね 只今。
 遅かつたのう。
おたね また次のものを頼まれたり、何かしとつたもんやけに。
 さあ御飯おたべ。
おたね (坐りながら、やや不安なる表情にて)兄さん、今帰つて来るとな、家の向う側に年寄の人が居て家の玄関の方をぢーと見てゐるんや。(三人とも不安な顔になる)
賢一郎 うーむ。
新二郎 どんな人だ。
おたね 暗くて、分らなんだけど、脊の高い人や。
新二郎 (立つて次の間へ行き窓から覗く)……
賢一郎 誰か居るかい。
新二郎 いいや、誰も居らん。
(兄弟三人沈黙して居る)
 あの人が家を出たのは盆の三日後であつたんや。
賢一郎 おたあさん、昔の事はもう云はんやうにして下さい。
 私も若い時は恨んで居たけども、年が寄るとなんとなしに心が弱うなつて来てな。
(四人黙つて、食事をして居る。ふいに表の戸がガラツと開く、賢一郎の顔と、母の顔とが最も多く激動を受ける。然<しか>してその激動の内容は著しく違つて居る)
男の声 御免
おたね はい! (然し彼女も起ち上らうとはしない)
男の声 おたかは居らんかの?
 へえ! (吸ひ附けられるやうに玄関へ行く、以下声ばかり聞える)
男の声 おたかか!
母の声 まあ! お前さんか、えらう! 変つたのう。
(二人とも涙ぐみたる声を出して居る)
男の声 まあ! 丈夫(たつしや)で何よりぢや。子供達は大きくなつたやらうな。
母の声 大けうなつたとも、もう皆立派な大人ぢや。上つてお見まあせ。
男の声 上つてもええかい。
母の声 ええとも。
(二十年振りに帰れる父宗太郎、憔悴(せうすゐ)したる有様にて老いたる妻に導かれて室に入り来る、新二郎とおたねとは目をしばたたきながら、父の姿をしみじみ見詰めて居たが)
新二郎 お父様ですか、僕が新二郎です。
 立派な男になつたな。お前に別れた時はまだ碌(ろく)に立てもしなかつたが……
おたね お父さん、私がたねです。
 女の子と云ふことは聞いて居たが、ええ器量ぢやなあ。
 まあ、お前さん、何から話してええか、子供もこんなに大けうなつてな、何より結構やと思うとんや。
 親はなくとも子は育つと云ふが、よう云うてあるな、はゝゝゝ。
(<しか>し誰もその笑に合せようとするものはない。賢一郎は卓に倚<>つたまま、下を向いて黙して居る)
 お前さん。賢も新もよう出来た子でな、賢はな、二十の年に普通文官云ふものが受かるし、新は中学校へ行つとつた時に三番と降つた事がないんや。今では二人で六十円も取つて呉れるし、おたねはおたねで、こんな器量よしやけに、ええ処から口がかかるしな。
  そら何より結構な事や。俺も四、五年前迄は、人の二、三十人も連れて、ず一と巡業して廻つとつたんやけどもな。呉(くれ)で見世物小屋が丸焼になつた為に エライ損害を受けてな。夫からは何をしても思はしくないわ、其内に老先(おいさき)が短くなつて来る。女房子の居る処が恋しうなつてウカウカと帰つて来た んや。老先の長い事もない者やけに皆よう頼むぜ。(賢一郎を注視して)さあ賢一郎! その盃を一つさして呉れんか、お父さんも近頃はええ酒も飲めんでの う。うん、お前丈は顔に見覚えがあるわ。(賢一郎応ぜず)
 さあ、賢や。お父さんが、ああ仰(おつ)しやるんやけに、さあ、久し振りに親子が逢ふんぢやけに祝うてな。
(賢一郎応ぜず)
 ぢや、新二郎、お前一つ、杯を呉れえ。
新二郎 はあ。(盃を取り上げて父に差さんとす)
賢一郎 (決然として)止めとけ。さすわけはない。
 何を云ふんや、賢は。
(父親、烈しい目にて賢一郎を睨んで居る。新二郎もおたねも下を向いて黙つて居る)
賢一郎 (昂然<かうぜん>)僕達に父親がある訳はない。そんなものがあるもんか。
 (烈しき忿怒<ふんぬ>を抑へながら)何やと。
賢一郎  (やや冷かに)僕達に父親(てておや)があれば、八歳の年に築港からおたあさんに手を引かれて身投をせいでも済んどる。あの時おたあさんが誤つて水の浅い 処へ飛び込んだればこそ、助かつて居るんや。俺達に父親があれば十の年から給仕をせいでも済んどる。俺達は父親がない為に、子供の時に何の楽しみもなしに 暮して来たんや。新二郎、お前は小学校の時に墨や紙を買へないで泣いて居たのを忘れたのか。教科書さへ満足に買へないで写本を持つて行つて友達にからかは れて泣いたのを忘れたのか。俺達に父親があるもんか、あればあんな苦労はしとりやせん。
(おたか、おたね泣いて居る。新二郎涙ぐんで居る、老いたる父も怒から悲しみに移りかけて居る)
新二郎 併し、兄さん、おたあさんが、第一ああ折れ合つて居るんやけに、大抵の事は我慢して呉れたら何()うです。
賢一郎  (なほ冷静に)お母(たあ)さんは女子(をなご)やけに何()う思つとるか知らんが、俺に父親があるとしたら、夫(それ)は俺の敵(かたき)ぢや。俺達 が小さい時に、ひもじい事や辛い事があつておたあさんに不平を云ふとお母さんは口癖のやうに「皆お父さんの故(せゐ)ぢや、恨むのならお父さんを恨め」と 云うて居た。俺にお父さんがあるとしたら、夫は俺の子供の時から苦しめ抜いた敵ぢや。俺は十の時から県庁の給仕をするしお母さんはマッチを張るし、何時か もお母さんのマッチの仕事が一月ばかり無かつた時に親子四人で昼飯を抜いたのを忘れたのか。俺が一生懸命に勉強したのは皆その敵(かたき)を取りたいから ぢや。俺達を捨てて行つた男を見返してやりたいからだ。父親に捨てられても一人前の人間にはなれると云ふ事を知らしてやりたいからぢや。俺は父親から少し だつて愛された覚えはない。俺の父親は八歳になる迄家を外に飲み歩いて居たのだ。その揚句(あげく)に不義理な借金をこさへて情婦を連れて出奔したのぢ や。女房と子供三人の愛を合はしても、その女に叶(かな)はなかつたのぢや。いや、俺の父親が居なくなつた後には、お母さんが俺の為に預けて置いて呉れた 十六円の通帳まで無くなつて居つたもんぢや。
新二郎 (涙を呑みながら)併し兄さん、お父さんはあの通り、あの通りお年を召して居られるんぢやけに……
賢一郎 新二郎! お前はよくお父様などと空々しい事が云へるな。見も知らない他人がひよつくり這入(はい)つて来て、俺達の親ぢやと云うたからとて、直ぐ父に対する感情を持つことが出来るんか。
新二郎 併し兄さん、肉親の子として、親が何()うあらうとも養うて行く……
賢一郎 義務があると云ふのか、自分でさんざん面白い事をして置いて、年が寄つて動けなくなつたと云うて帰つて来る。俺はお前が何と云つても父親はない。
 (憤然として物を云ふ、併しそれは飾つた怒りで何の力も伴つて居ない)賢一郎! お前は生みの親に対してよくそんな口が利けるのう。
賢一郎 生みの親と云ふのですか。あなたが生んだと云ふ賢一郎は二十年も前に築港で死んで居る。あなたは二十年前に父としての権利を自分で棄てて居る。今の私は自分で築き上げた私ぢや。私は誰にだつて、世話になつて居らん。
(凡て無言、おたかとおたねのすすりなきの声が聞えるばかり)
 ええわ、出て行く。俺だつて二万や三万の金は取扱うて来た男ぢや。どなに落ちぶれたかと云うて、喰ふ位な事は出来るわ。えらう邪魔したな。(悄然として行かんとす)
新二郎 まあ、お待ちまあせ。兄さんが厭(いや)だと云ふのなら僕が何うにかしてあげます。兄さんだつて親子ですから今に機嫌の直る事があるでせう。お待ちまあせ。僕がどなな事をしても養うて上げますから。
賢一郎  新二郎! お前はその人に何ぞ世話になつた事があるのか。俺はまだその人から拳骨(げんこつ)の一つや、二つは貰つた事があるが、お前は塵(ちり)一つだ つて貰つては居ないぞ。お前の小学校の月謝は誰が出したのだ。お前は誰の養育を受けたのぢや。お前の学校の月謝は兄さんが、しがない給仕の月給から払つて やつたのを忘れたのか。お前や、たねのほんたうの父親は俺だ。父親の役目をしたのは俺ぢや。その人を世話したければするがええ。その代り兄さんはお前と口 を利かないぞ。
新二郎 併し……
賢一郎 不服があれば、その人と一緒に出て行くがええ。
(女二人とも泣きつづけて居る。新二郎黙す)
賢一郎 俺は父親がない為に苦しんだけに、弟や妹にその苦しみをさせまいと思うて夜も寝ないで艱難(かんなん)したけに弟も妹も中等学校は卒業させてある。
 (弱く)もう何も云ふな。わしが帰つて邪魔なんだらう。わしやつて無理に子供の厄介にならんでもええ。自分で養うて行く位の才覚はある。さあもう行かう。おたか! 丈夫で暮らせよ。お前はわしに捨てられて却(かへ)つて仕合せやな。
新二郎 (去らんとする父を追ひて)あなたお金はあるのですか。晩の御飯もまだ喰べとらんのぢやありませんか。
 (哀願するが如く眸を光らせながら)ええわええわ。
(玄関に降りんとしてつまづいて、縁台の上に腰をつく)
おたか あっ、あぶない。
新二郎 (父を抱き起しながら)之から行く処があるのですか。
 (全く悄沈として腰をかけたまま)のたれ死するには家は入()らんからのう。……(独言の如 く)俺やつて此の家に足踏が出来る義理ではないんやけど、年が寄つて、弱つて来ると故郷の方へ自然と足が向いてな。此街へ帰つてから、今日で三日ぢやが な、夜になると毎晩家の前で立つて居たんぢやが敷居が高うてはいれなかつたのぢや……併しやつぱり這入らん方がよかつた。一文なしで帰つて来ては誰にやつ て馬鹿にされる……。俺も五十の声がかかると国が恋しくなつて、せめて千と二千と纏(まとま)つた金を持つて帰つてお前達に詫(わび)をしようと思つた が、年が寄ると夫(それ)だけの働きも出来んでな。……(漸く立ち上つて)まあええ、自分の身体位始末のつかんことはないわ。(蹌踉<さうら う>として立ち上り顧みて老いたる妻を一目見たる後戸をあけて去る。後四人暫く無言)
 (哀訴するが如く)賢一郎!
おたね 兄さん!
(しばらくの間緊張した時が過ぎる)
賢一郎 新! 行つてお父様を呼び返して来い。
(新二郎、飛ぶが如く戸外へ出る。三人緊張の裡に待つて居る。新二郎やや蒼白<さうはく>な顔をして帰つて来る)
新二郎 南の道を探したが見えん、北の方を探すから兄さんも来て下さい。
賢一郎 (驚駭<きやうがいして>なに見えん! 見えん事があるものか。
(兄弟二人狂気の如く出で去る)
————
(大正六年一月)



Telah di update : 23 Maret 2012
Photobucket

Senin, Desember 13, 2010

Oleh-oleh Keripik Pisang & Sarapan Nasi Kuning

Minggu malam, 12/12/2010 skitar pukul 19.00 WITA ibuku tiba di Makassar. Seperti biasa, ia datang untuk keperluan kantor. Kali ini kami [saya & Fathir (adik laki-laki saya)] dibawakan kripik pisang yang pake gula. Alhamdulillah ada makanan cemilan lagi, hehe..


Malam itu kami bertiga ngumpul di kosanku, sambil berbagi cerita, Fathir cerita dengan tetap menikmati kripiknya, saya sibuk cerita sambil online, haha :))


Kami membicarakan berbagai topik, dari kegiatanku & fathir di kampus, perkembangan FOSMA dan FKA Palopo, keberangkatan Fathir ke Sangatta, dan sebagainya.

Sekitar pukul 23.30 Fathir kembali ke kosannya. Maklum saya dan adik saya itu beda kosan. Dia tinggal di kosan khusus laki-laki, dan saya kosan khusus perempuan. Tapi jarak antara pondokan kami tidak begitu jauh kok.

Saya dan ibu tidur berdua. Kami cerita-cerita sebentar. Lalu, saat ibu sudah  terlelap, saya masih sempat cek FB di hp (dasar nih :D). Skitar jam 1 saya tidur.

Keesokan paginya, saya mendapat sms dari Dila (adik perempuan saya di Palopo) yang katanya semalam sekitar pukul 22.59 di Makassar terjadi gempa berkekuatan 5,9 skalar Reichter. Setelah itu saya buka FB dan Radio, dan ternyata kabar itu memang benar. Maklum di kosan ga ada TV, jd wajar kalo saya ga update soal berita :D

Saya dan ibu tidak merasakan getaran gempa itu. Hmmm..mungkin gempanya di sekitaran pantai.
Namun, walaupun kami tidak merasakan getarannya, tetap saja itu merupakan teguran dari Allah, dan itu tidak boleh kita abaikan. Harus tetap waspada. Jaga kami Ya Rabb. Amiin...

Baiklah, kita ganti topik :)
Pagi ini ibu membuka sarapannya dengan keripik yang ia bawa semalam.
Beberapa saat kemudian, Fathir datang membawakan saya kupon seminar yang harus saya bagikan ke teman-teman. Fathir tidak bisa membagikannya, karena siang ini ia akan berangkat ke Sangatta, Kalimantan Timur untuk kegiatan kampusnya.
[Semoga perjalanan mu lancar, Tir :)]

Nah, karena ibu masih lapar, ia minta dibelikan nasi kuning di sekitaran kosan.
Fathir membeli 2 bungkus. Ini dia fotonya :


Ternyata 1 nasi kuning itu isinya banyak. Apalagi saya orangnya tidak bisa makan banyak. Alhasil, kami cuma membuka 1 bungkus, (sebungkus berdua nih critanya :P). Dan 1 bungkusnya lagi, masih terbungkus rapi. Hmm...mau saya apakan yah...(mikir mode on :-?)


Well, setelah kenyang, saya bikin teh, dan ibu minum kopi radix. Kopi itu adalah kopi herbal, yang katanya untuk menyembuhkan penyakit. Entahlah, saya pun tidak begitu tahu. Ibu sebenarnya ingin agar saya meminum kopi itu, tapi karena saya punya penyakit maag, jadinya tidak boleh. [Untunglah, karena memang saya tidak suka dengan kopi]




Kisah pagi ini kita tutup dengan kata "K.E.N.Y.A.N.G" haha...

Yah, sekian dulu untuk kisah pagi ini. Insya Allah, Kalo ada waktu kita posting lagi kisah yang lain yah. Maaf kalau tidak terstruktur. Karena ini memang cuma catatan hari-hari biasa.
Karena itu trimakasih telah berkunjung :)

Minggu, Desember 12, 2010

Di Balik Arti "Alhamdulillah" ?

Pasti teman-teman sering mendengar ucapan Alhamdulillah kan? Nah, apa ya artinya ? Iyap, Benar. Artinya, Segala Puji Bagi Allah. Ungkapan ini sering kita ucapkan ketika mendapat nikmat dari Allah. Dan merupakan tanda syukur kita padaNya.

Tapi, bukan itu yang akan kita bahas dalam tulisan ini. Yang menjadi permasalahannya adalah, apakah ucapan ini hanya sebatas ungkapan rasa syukur di lisan? sekedar kebiasaan saja? atau bagaimana? Mari sejenak kita tanyakan kepada diri kita. Apakah setiap kali kita mendapat nikmat, pujian, atau ucapan selamat dari teman-teman kita, kemudian mengucapkan "Alhamdulillah" namun diikuti dengan rasa bangga atas pujian tersebut? Kita merasa pantas atas pujian itu, sehingga kita lupa akan arti hamdalah yang sebenarnya.

Larut Malam


Saat mata tak mampu terlelap,
Pikiran melayang tak karuan,
Meja, Lemari, Lampu, Laptop, dan
Semua isi kamarku membisu,
Memperhatikanku yang masih terjaga.
Seolah mereka ingin berucap "Tidurlah Nis!"



-------------------------
Minggu, 12 Desember 2010
03.21 Subuh
Pondok Adelia
-------------------------
Photobucket