Kamis, Januari 23, 2014

Meninjau Ulang ODOJ (One Day One Juz)


Rekan-rekan yang saya cintai, di beranda saya berulang kali lalu lalang tentang ODOJ. Kemudian karena ada beberapa orang yang bertanya kepada saya tentang ODOJ, saya pun putar sana sini untuk mencari tahu info lengkap seputar itu. Setelah saya mendapatkannya, ternyata ada beberapa hal yang perlu dibicarakan dan ditinjau ulang.

Landasan dari kegiatan ini sangatlah bagus, untuk membiasakan; melatih; memotivasi kaum muslimin agar lebih bersemangat dalam membaca Al-Qur'an setiap harinya. Mudah-mudahan Allah memberi balasan berupa kebaikan terhadap para penggagas dan pelakunya. Berhubung membaca Al-Qur'an adalah salah satu ibadah 'amaliyyah, dan syarat ibadah bisa diterima adalah : IKHLAS dan ITTIBA' (mengikuti petunjuk Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam), maka hendaknya pelaksanaannya pun berada pada koridor syariat.

Berhubung saya mencintai kalian dan menginginkan kebaikan itu ada dalam diri kalian, sebagaimana saya pun ingin kebaikan itu ada dalam diri saya sendiri, maka marilah duduk sejenak dan luangkan waktu Anda untuk membaca beberapa paparan dari saya.

Senin, Januari 13, 2014

Menjemput Rindu

Almost !
I almost forget how it's feel to miss my hometown..

Aku hampir lupa bagaimana rasanya merindu pada kampung halaman. Untuk beberapa waktu aku lupa bagaimana rasanya merindu pada ayah dan ibu. Aku lupa bagaimana merindu pada adik-adik. Sungguh, ini terlalu. Aku sendiri tak percaya bisa merasa begini. Bahkan sempat terpikir kalau hatiku kebal akan rindu. Bagaimana bisa? Padahal mereka adalah orang-orang tercinta. Apakah karena romantisme kampus dan teman-temanku disini yang melenakan. Entah.

Hingga waktu itu tiba. Ketika yang lain menghabiskan waktu libur bersama keluarga. Menikmati wangi tanah kelahirannya. Sedang aku masih setia menetap di kota ini sembari menyelesaikan setumpuk surat cinta untuk dosen (baca : tugas). Mereka - orang-orang tercinta, muncul berentetan dalam mimpi hampir setiap hari. Pertanyaan "kapan pulang?" dari keluarga pun kembali menyadarkan tentang rindu. Kembali mengingatkan tentang syahdunya bergurau bersama mereka. Dan...alhamdulillah. Akhirnya aku kembali merindu selayaknya manusia.

Sabtu, Januari 11, 2014

Rahasia Agung Ketetapan-Nya

Alhamdulillah. Untuk kesekian kalinya, Allah menyelamatkanku dari keputusan yang salah. Aku bersyukur karena berkali-kali Dia telah meluruskan jalanku. Seringkali kita berpikir gegabah dalam mengambil tindakan. Terlalu terburu-buru dalam suatu hal tanpa menanyakan apa pendapatNya tentang itu. Berkali-kali kita melakukan pembenaran atas keputusan yang telah kita ambil, padahal ada hati yang berbisik menentang.

Hingga sampai pada titik tertentu. Dimana Allah akhirnya menunjukkan alasanNya mengapa Dia tidak menyetujui keputusanmu waktu itu. Mengapa Dia tidak melancarkan urusanmu. Dan mengapa tidak tenang hatimu dibuatnya. Ketika itu, barulah kita sadar kita tengah salah melangkah. Ya. Berterima kasihlah, karena jika bukan karena petunjukNya, mungkin kita akan terseret lebih jauh, dan jatuh ke liang penyesalan lebih dalam. PertolonganNya ada untuk menyelamatkan. PertolonganNya hadir untuk kebaikan.