Senin, Desember 05, 2011

Hati-hati dalam menyebarkan SMS Ibadah ataupun Hadits


Kawan pembaca, semalama saya mendapat 2 SMS dari teman yang isinya mengajak berpuasa pada tanggal 9-10 Muharram. Bunyi SMS mereka seperti ini :
"Barangsiapa berpuasa pada 9-10 Muharram tanggal umum 5 & 6 (Senin & Selasa) itu seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 2 tahun, dan siapa yang mengingatkan orang lain hal ini seolah-olah ia telah melakukan ibadah selama 80 tahun."
"Puasa 9-10 Muharram BESOK coy. Moga dapat pahala yang banyak dari ALLAH. Pahala puasa 2 tahun plus paket istimewa 80 tahun ibadah bagi yang mengingatkan. Asyik kan cuy Buruan dah. Hehehe."
Nah, itulah bunyi sms mereka. Selang beberapa menit saya mendapat sms itu, adikku juga tiba- tiba menyahut. "Puasa 9-10 Muharram orang besok !", katanya sambil memegang hp. Oooh, ternyata dia juga mendapatkan sms yang sama dari temannya.

Jumat, Desember 02, 2011

Sya'ir Malam : Kasat Mata

Tak terlihat bukan berarti tak ada

Tak terlihat bukan berarti tak bisa kita rasa

Kadang yang tak terlihat menjanjikan keindahan atau bahkan keburukan yang tak terkira

Hanya saja kita sebagai manusia tak mempercayai keberadaannya

Benarlah adanya, bahwa bukan mata kita yang buta, namun hati di dalam dada




===============================================

Malam di Palopo







Senin, November 14, 2011

Kaset senam ku sayang, kaset senam ku malang

Dua kaset ini ada beberapa dari kumpulan kaset senam di rumahku, ada pula senam aerobik yang dipandu oleh Berty Tilarso dan Vicky Burki. Tapi 2 kaset ini yang paling saya sukai, Senam Ayo Bangkit dan Senam Ayo Bersatu. Senam yang dipandu oleh Berty Tilarso juga menjadi kesukaan saya, hanya saja kasetnya entah kemana alias hilang, sedih sekali.


Ada juga kaset "poco-poco", dan "salsa", tapi saya tidak begitu suka karena poco-poco tidak begitu memacu keringat. Dan untuk salsa, beuugghh...goyangannya susah, badan saya tidak cukup lentur untuk hal yang satu itu, hehe...

Saya memang suka senam sejak SD, bahkan sering menjadi instruktur senam saat SD dulu. Jadi bawaannya pengen senam saja kalo lagi libur. Jadi selain hobi juga baik untuk kebugaran tubuh.

Tapi yang membuat saya sedih ialah karena 2 kaset kesukaan saya diatas, sudah mulai rusak, kalau diputar ngadat-ngadat. Hiks, hiks, itu memang sudah kaset lama, dan saya rasa sudah sangat sulit mencarinya di pasaran. Saya sudah searching di internet untuk senam ayo bersatu, tapi tidak menemukan video nya, yang ada hanya audio nya saja. Jadi kalau ada dari teman-teman yang punya kaset video senam diatas mohon di upload ya ke internet, biar bisa download :)

Salam olahraga !
Photobucket

Minggu, November 13, 2011

Planning ke Makassar, batal lagi...batal lagi...

Entah ini memang karena malas dengan perjalanan jauh Palopo - Makassar yang kurang lebih memakan waktu sekitar 7 jam, atau Allah sedang tidak mengizinkanku untuk berangkat ke Makassar saat ini. Setiap kali saya berencana untuk ke Makassar, ada-ada saja yang membatalkannya.
Di bulan September 2011, beberapa hari setelah hari wisudaku berlalu.
Awalnya saya memutuskan pulang ke Palopo untuk merawat ibu yang sedang sakit DBD pada saat itu. Setelah keluar dari Rumah Sakit Atmedika Palopo, ibu masih harus banyak beristirahat demi kesembuhannya. Dan Alhamdulillah setelah beberapa minggu masa pemulihan, ibu pun sembuh.

Memasuki bulan Oktober, saya pun merencanakan untuk kembali ke Makassar jika masa "cuti shalat" datang. Alasannya supaya saya nda turun bus lagi untuk singgah shalat (repot soalnya). Nah, hari demi hari pun berlalu dalam masa penantian. "Cuti" yang ditunggu juga tak kunjung datang. Akhirnya penantian terjadi lebih lama dari yang diperkirakan. Hingga tiba saatnya saya berpikir "Loh, lebaran Idul Adha kan nda lama lagi. Kalo begitu, ke Makassarnya setelah lebaran saja, biar skalian juga ada adik laki-laki yang nemenin." Ibu pun setuju dengan pemikiranku ini. Jadilah penundaan pertama dimulai. Nah, beberapa waktu kemudian setelah mendekati hari lebaran, eehhh...saya harus menjalani perawatan gusi yang sedang meradang, dan gigi yang harus ditambal ulang. So, penundaan kedua pun terjadi. Perawatan ini memakan waktu sekitar 2 minggu kawan, dan baru selesai hari ini (12 November 2011). Ini berarti sudah hampir 2 bulan saya "istirahat" di Palopo.

Malam ini, sepulangnya dari dokter gigi, saya lalu bertanya pada Etta (panggilan untuk Ibu). "Jadi bisa mika' ke Makassar ini ?". Belum sempat Etta menjawab, eh Opu (panggilan untuk Ayah) yang tiba berjalan melewati kami, "Bulan 12 pi ke Makassar !".

Glek ! Nah loh, saya dan Ibu pun saling berpandangan sambil tertawa kecil. Ibu menyahut pelan "masa ditunda lagi..."
Opu bilang, "Sudah pi terima gaji baru ke Mks. Nda ada uang".
Saya : ...... (diam)

Demikianlah pemirsa, cerita singkat ini yang sampe sekarang pun belum ada kejelasan kapan saya akan berangkat ke Makassar untuk menjilid skripsi saya dan mengurus ijazah. Tapi mungkin saja ada hikmah yang Allah atur atas semua penundaan ini.

Untuk teman-temanku "Kelompok 1 (Ani, Indah, Riri, Ririn, Yenni, Nunu)", bersabar sdikit yah menunggu kedatanganku, halah apa coba' :P
Moga-moga kita bisa sgera ngumpul bareng lagi, kalau perlu jokka-jokka kemana gitu...

Hanya saja inilah salah satu kenyataan, bahwa kelak masing-masing dari kita secara alami akan semakin direnggangkan oleh ruang dan waktu (cieee...)
Masing-masing akan fokus dengan skenario kehidupannya. Untung-untung kalo takdir mempertemukan kita bisa bertetangga dalam satu kompleks (haha...kayaknya itu takdir yang sangat ajaib kalo terjadi dih kawan-kawan) ^^

Jadi, mari kita hargai hari ini.
Kita hargai keluarga, kerabat, sahabat yang ada di dekat kita saat ini.
Sebab kita tak tahu sampai kapan batas kebersamaan kita bersama mereka.

Life is an Adventure ! (yah, nda nyambung le', hohoho, biar mi bah) iklan nutrilon dot com.

@Kamarku, Palopo, 23.46 WITA

Photobucket



Rabu, September 14, 2011

Secuil kenangan di masa SMP

Halo kawan pembaca, juga halo kawanku Rinchu . Beberapa waktu yang lalu temanku ini memberikan sebuah PR lewat blognya. Katanya saya disuruh menuliskan 5 dari kenangan saat masih ABG di masa SMP, (halah lebay). Baiklah, ini dia kenangan itu .


[Sumber gambar]

Masuk SMP adalah awal mula saya mengenakan jilbab. Saya masih ingat saat itu betapa jadulnya model jilbabku bila dibandingkan dengan model jilbab saat ini. Saya masih malu-malu mengenakannya, sebab hanya saya sendiri yang memakai jilbab dikelas. Jika memakai baju olahraga, saya pun harus mendobelnya dengan baju lengan panjang didalamnya, sebab baju yang dibagikan dari sekolah adalah yang berlengan pendek. Sungguh repotnya rasanya saat itu, harus mendobel pakaian, dan yang pasti panas ! Yah, wajar jika mengeluh, karena memang belum terbiasa. Pernah juga saya dikatakan pocong oleh teman saya saat olahraga "bangun tidur", hadeuuhh..

Saya punya teman duduk sekaligus sahabat setia dari kelas 1 sampai 3, kami selalu duduk sama2 dan jalan sama2. Namanya "Tya". Dia juga temanku saat SD, tapi tak berapa lama dy pindah ke sekolah unggulan, karena memang dia anaknya pintar. Dan ternyata di kuliah kami juga satu univeritas, malah bertetangga fakultas :)

Di SMP saya punya senior yang sangat saya kagumi. Eits, tapi ini bukan cowok, dia perempuan yang kecowok2an alias "Tomboy". Gak tau yah, saya suka aja liad muka dan gayanya, saya bahkan kenal dengan bau parfumnya. Pernah suatu hari saat saya berjalan menuju kelas, dan saya melihatnya dari kejauhan, tapi saking terkesimanya, tiba2 saya menabrak tiang. Wadduh...untung saat itu belum banyak siswa yang datang, jadi ga banyak yang liad, aduuhh malu sendiri jika mengingat masa itu  ~_~ Tapi, kesimpulannya saya tetap normal kok guys. Oh iya, setelah beberapa tahun tak jumpa, saya akhirnya ketemu lagi dengan senior itu saat saya SMA di pertemuan pramuka. Asli ! Gayanya berubah 180 derajat ! Dia sudah terlihat lebih feminim, dan rambutnya sudah dipanjangkan, kalo gak salah ingat rambutnya direbonding waktu itu.

Saya juga aktif pramuka di SMP. Berbagai kegiatan dan penggodokan yang saya lalui. Dan kegiatan yang paling besar adalah kegiatan Pramuka di Soroako, saya lupa apa nama istilahnya, disana kami bertemu berbagai praja muda karana dari berbagai daerah dan mengadakan lomba. Disana pula saya belajar senam pramuka, dan tentunya ada pula yang cinlok.

Saat di kelas 3, saya beberapa kali mendapat kepercayaan dari guru Geografi sekaligus guru seni suara dan piano saya "Pak Daniel" untuk mengiringi lagu dengan keyboard di setiap upacara bendera hari Senin. Saya masih ingat bagaimana tangan saya selalu gemetar setiap kali mengiringi lagu. Alhasil, tak sedikit pula kesalahan yang sering saya buat.

Nah, itu dia kawan segelintir kenangan yang masih ada dalam ingatanku. Tak terasa sekarang sudah beberapa tahun berlalu, wajah juga sudah semakin tua, uban juga mulai bermunculan, rasanya-rasanya tak begitu banyak prestasi yang kutorehkan. Semoga saya dan teman-teman pembaca bisa menjadi manusia2 yang lebih baik dan bermanfaat dari sebelumnya ya, amiin...


Photobucket

Minggu, September 11, 2011

Ku awali dengan tangis & Ku akhiri dengan senyuman :)


Empat tahun sudah aku menyelesaikan S1 di Jurusan Sastra Jepang UNHAS
Dan kini, gelar S.S (Sarjana Sastra) pun melekat di belakang namaku
Meski bukan gelar itu yang kuutamakan
Namun perjalanan di balik itu yang kubanggakan !
Berbagai cerita dan pengalaman, penuh kisah dan kasih, baik suka maupun duka
Ku lalui bersama teman-teman seangkatanku “NIJI '07”
Ya, itulah nama angkatan kami !
“NIJI” dalam bahasa Jepang berarti “Pelangi”
Menurut senior, angkatan kami bagaikan pelangi
Punya sifat dan karakter yang berwarna-warni
Beruntunglah aku bisa bertemu dengan mereka semua

Sejenak memori ini ku putar ke belakang
Kudapati diriku saat hari pengumuman kelulusan SPMB
Betapa sedih dan kecewanya saat mengetahui bahwa
Aku lulus di pilihan ketiga “Sastra Jepang”

Tahukah kalian, teman ?!
Waktu itu aku masuk ke kamar dan menangis
Tak ingin orang tuaku tahu kesedihanku saat itu
Sebab, itu adalah pilihanku sendiri !

Lalu, mengapa aku menangis ?
Ya, karena aku tahu bagaimana pandangan orang-orang di luar sana
Dimana fakultas sastra umumnya di pandang rendah
Aku sangat ingat bagaimana aku menangis waktu itu
Sedih...sangat sedih, hingga terisak-isak...

Tapi teman, aku kembali menghibur diri
Bahwa itu adalah pilihanku, dan Allah pasti punya rencana bagi diri ini

Setiap kali ayah ditanya oleh teman ataupun keluarga
Dimana anaknya lulus, ia selalu menjawab dengan bangga
Bahwa anaknya lulus di sastra jepang
Dan tak sedikit dari mereka yang menunjukkan decakan
Seolah kagum saat mereka mendengarnya

Hanya saja, entah kenapa, decakan mereka justru membuatku semakin pesimis
Aku menganggap bahwa orang-orang itu hanya mencoba menghibur !
Memang, orang sensitif mode su'udzhon nya suka ON

Minggu pertama saat perkuliahan di mulai
Ketika dosen mulai menerangkan mengenai huru-huruf Jepang
Aku bertanya dalam hati...
“Apakah aku tidak salah masuk jurusan ?”
Aku benar-benar buta dengan huruf Hiragana, Katakan, apalagi Kanji

Beberapa teman, telah terbiasa dengan huruf-huruf itu
Karena mereka pernah mendapatkannya di SMA
Sedangkan aku dan beberapa teman yang lain,
Benar-benar masih asing dengan itu semua
Susah, keluhku !

Akan tetapi, rasa ingin tahuku semakin hari semakin meningkat
Aku mulai menempel simbol-simbol aneh itu di dinding kamar
Dan malam hari aku berlatih menuliskannya
Tiap hari, di kelas aku mencoba untuk duduk di bagian paling depan.
Agar aku mudah mencerna penjelasan yang diberikan oleh dosen.

Aku tidak mau pengalaman dari SD hingga SMA terulang !
Karena postur tubuh yang terbilang tinggi
Aku selalu duduk di belakang
Selain itu, rasa takut akan ditanyai oleh guru juga selalu muncul.
Jadinya, duduk dibelakang membuat otak ku berkembang lamban !

Di perkuliahan, tak ada lagi sistem
Bahwa yang pendek di depan, dan yang tinggi di belakang !
Semua bebas memilih dan berganti
Siapa cepat dia dapat !

Alhasil, duduk di bagian depan membuatku mudah untuk mencerna pelajaran
Semester demi semester ku lewati.
Hingga mimpi untuk pergi ke Jepang pun tumbuh
Dan siapa sangka !
Dengan izin Allah pada semester ketujuh aku bisa mendapatkan beasiswa
Belajar ke Negari Sakura “Jepang” sekaligus menginjak Negeri Singa “Singapura” walaupun disitu hanya untuk transit, hehehe....
Ternyata jurusan yang dulu kutangisi
Tak kusangka justru dialah yang membuatku bisa menginjak 2 negara sekaligus dalam satu kesempatan :)

Teman, inilah segelintir kisah yang ingin kuabadikan & kubagikan kepada kalian
Bahwa tangis tak selamanya membawa derita
Bahwa dibalik hujan akan muncul pelangi
Senantiasalah berprasangka baik kepada Allah
Dan jangan pernah berputus asa.

Aku ingat satu perkataan dari seorang artis favorit aku “Oki Setiana Dewi”.
Saat mengikuti talk show muslimah di Baruga Unhas, disana ia berkata bahwa silahkan berpimpi sebesar apapun, karena mimpi itu gratis !
Selain itu persiapkan dirimu untuk meraih mimpi itu, karena siapa yang gagal mempersiapkan, berarti ia telah mempersiapkan kegagalannya.

Setelah menyelesaikan S1 ini
Aku yakin masih banyak hal diluar sana yang menanti.
Kata dosen pengujiku, “di luar sana SKS nya tak terbatas” !
Banyak tugas yang akan kita jalani sebagai makhluk individu & bermasyarakat
Banyak tantangan yang akan datang silih berganti

Kini,
Selamat tinggal S1 … dan
Selamat datang dunia penuh tanya & warna :)


Photobucket